Nabi Ibrahim AS – Tarikh (Thara) –
Nakhur – Sarugh – Urghu (Ragau) – Falikh
– Abir – Syalikh (Sala) – Finan –
Arfakhsyadz – Sam – Nabi Nuh AS(3) –
Lamik – Matusalkh – Mahanaukh (Enoch)
– - – - – - – seterusnya, berapa jumlah
generasi antaranya hanya Allah Yang
Maha Tahu – Yarid – Mahkail – Qinan –
Anwas – Syisy (Seth) – Nabi Adam AS.
Sebagai tambahan, dari Yarid hingga
sejumlah beberapa generasi ke bawah –
Yardukil – Nabi Idris AS.
Adapun Sam selain memperanakkan
Arfakhsyadz juga memperanakkan antara
lain Iram, Amu dan Kursyun.
Iram menurunkan: ‘Aush – Ad – Khulud –
Riba – ‘Abdullah – Nabi Huwd AS(4) –
Haran – Nabi Luth AS.
Amu menurunkan Tsamud – Hadzir –
‘Ubayd – Masih – Asif – Ubaid – Nabi
Shalih AS.
Kursyun menurunkan: San’ar – Kana’an –
Namruj, yaitu raja yang membakar Nabi
Ibra-hiym AS.
mengenai ayah nabi Ibrohim telah
dijelaskan oleh para Muhadditsin
Ahlussunnah waljamaah bahwa ayah
Ibrahim bukanlah Azaar, sebagaimana yg
dijelaskan dalam Alqur’an, itu adalah
ayah angkatnya yg dalam keadaan kafir
dan musyrik, demikian dijelaskan oleh
Imam Fakhrurrozi rahimahullah.
Mengenai ayat yang berbunyi : “Dia Yang
Maha melihatmu ketika engkau
beribadah, dan bolak balikmu diantara
hamba yg bersujud” (QS Asyuara
218-219) Imam Ibn Abbas ra
berpendapat bahwa makna ayat diatas
adalah turun temurunnya engkau
(Rasulullah saw) di tubuh ayah ayahmu
yg kesemuanya hamba yg bersujud,
Taqallubaka ditafsirkan sebagai terbolak
balikmu maksudnya diantara ayah ke ibu,
ke putra, lalu ke istrinya, lalu ke putra,
lalu ke istrinya, dan kesemuanya mereka
adalah hamba hamba Nya yg bersujud,
yaitu bukan musyrikin.
diriwayatkan oleh Ibn Mundzir dg sanad
shahih dari Jarikh pada firman Allah swt :
“ketika Ibrahim berkata pada ayahnya
azaar (QS Al An’am 74).Seperti yang
sebutkan dalam silsilah di atas bahwa
azaar bukan ayah nabi Ibrohim as,
namun pamannya, sedangkan ayah nabi
Ibrahim adalah Tarikh/Tairukh/Thara
demikian pula diriwayatkan oleh Ibn
Hatim dg sanad shahih bahwa ayah
Ibrahim adalah bernama Tarikh, dan
azaar adalah pamannya, sedangkan tata
bahasa arab sering menggunakan
sebutan ayah untuk paman yg mengasuh.
dan Ibn Abbasa ra pun berpendapat
bahwa ayah Ibrahim as bukanlah Azaar
tapi Taariikh (Durrulmantsur Imam
Assuyuthi juz 3 hal 300).
sebagaimana Nabi Ya’qub as ketika
berkata kepada anak anaknya : apa yang
akan kalian sembah bila aku wafat?,
mereka berkata : kami menyembah
tuhanmu dan tuhan ayahmu Ibrahim dan
Ismail (QS Albaqarah 133).dikatakan
dalam ayat itu bahwa Ismail adalah ayah
Ya’qub padahal Ismail adalah
pamannya.sedangkan ayah nabi Ya'qub
adalah Nabi Ishak as
dan masih lagi banyak riwayat Imam Ibn
Hajar, Imam Baihaqi dll yg berpendapat
seperti ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar